Pro

Kompleks hunian di Nusa Penida

2 kompleks hunian

Nusa Penida adalah pasar ringkas dengan pasokan terbatas, di mana membeli jelas lebih dominan daripada menyewa.

Vila dijual
6
Harga median vila
$437,000
Apartemen
3
Harga median apartemen
$180,000
Kompleks
1

Angka: katalog Balinsky dan basis data sewa jangka pendek, diperbarui setiap bulan. Metode (dalam bahasa Inggris) — tarif sewa vila per area

Tentang Nusa Penida — panduan investor

Nusa Penida adalah pasar properti yang sangat kecil: hanya 6 vila dijual, 3 apartemen, dan 1 kompleks hunian. Pilihannya terbatas, sehingga kawasan ini lebih cocok untuk pembelian yang terarah di pasar dengan pasokan terbatas.

Vila berada di segmen harga menengah pulau ini dengan harga median $437,000, rentang $399,000–$489,000, dan median $2,819 per m². Apartemen menawarkan anggaran masuk lebih rendah, dengan harga median $180,000, rentang $105,000–$250,000, dan median $4,000 per m².

Format yang umum adalah properti 2 kamar tidur, cocok untuk dipakai sendiri, liburan, atau membeli vila siap huni. Pada saat yang sama, tidak ada listing sewa dalam statistik, jadi pasar sewa jangka panjang di sini praktis tidak ada atau sangat terbatas.

Pasar dengan pasokan terbatasMembeli vilaApartemen dengan anggaran lebih rendahHunian pribadi

Saat ini 2 properti tersedia di Nusa Penida. Setiap listing menampilkan status izin (PBG, SLF) dan zona tanah — periksa dokumennya sebelum membayar.

Nusa Penida

Nusa Penida

Nusa Penida
Vila dari Rp 2.49 B sampai Rp 8.93 B
Apartemen dari Rp 1.95 B sampai Rp 4.82 B
Persetujuan bangunan (PBG): ada
Kemajuan konstruksi
50%
Sabawa

Sabawa

Nusa Penida
Persetujuan bangunan (PBG): tidak ada data
Kemajuan konstruksi
70%
Dapatkan notifikasi Telegram untuk objek baru sesuai filter ini
Sekali sehari pukul 10:00 — hanya objek baru, tanpa spam.

Selengkapnya di Nusa Penida

Bagian terkait untuk wilayah ini

Kompleks hunian di Nusa Penida di Bali — katalog

Halaman ini menampilkan kompleks hunian di wilayah Nusa Penida. Setiap proyek menampilkan foto, wilayah, tipe unit, status pembangunan, dan jadwal serah terima — sehingga Anda dapat membandingkan puluhan proyek secara berdampingan dan memilih yang paling sesuai.

Ada beberapa ratus kompleks hunian di Bali. Kawasan paling aktif adalah Canggu (Berawa, Batu Bolong, Pererenan), Bukit (Uluwatu, Pandawa, Melasti), Ubud, Sanur, dan Nusa Dua. Sebagian besar proyek berupa leasehold 25–80 tahun dengan serah terima dalam 1–3 tahun; tipe unit mencakup apartemen, vila, dan rumah bandar.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu kompleks hunian di Bali?+

Sebuah properti berpagar dengan sekelompok bangunan — apartemen, vila, atau rumah bandar — di bawah satu pengelolaan, dengan keamanan dan biasanya kolam renang, gym, serta resepsionis. Kompleks di sini terbagi dua: investasi (dibangun untuk disewakan) dan hunian (dibangun untuk ditinggali).

Apa perbedaan kompleks yang masih dibangun dengan yang sudah selesai?+

Unit yang masih dibangun dijual hingga 30% lebih murah, tetapi risikonya lebih tinggi: serah terima bisa mundur dan kualitas finishing belum diketahui. Kompleks yang sudah selesai bisa Anda lihat langsung dan segera disewakan, tetapi harganya lebih tinggi.

Izin apa yang harus dimiliki sebuah kompleks?+

Dua dokumen utama adalah PBG (izin mendirikan bangunan) dan SLF (sertifikat laik fungsi). Tanpa PBG, pembangunan tidak legal; tanpa SLF, sebuah unit tidak dapat disewakan secara resmi.

Berapa lama leasehold pada umumnya?+

Sewa standar berlangsung 25–30 tahun dengan opsi perpanjangan. Proyek premium menawarkan 50–80 tahun pada periode pertama. Semakin panjang masa sewa, semakin tinggi likuiditas penjualan kembali.

Bisakah saya membeli unit sebelum konstruksi dimulai?+

Ya — melalui pra-penjualan. Harganya 15–25% di bawah level pasca serah terima, tetapi Anda perlu memverifikasi pengembang dan memastikan PBG sudah ada. Pembayaran mengikuti jadwal konstruksi.