Favorit

Bandingkan properti di Bali

Halaman ini menjajarkan setiap vila, apartemen, dan kompleks hunian yang Anda simpan dalam satu tabel perbandingan — harga, harga per meter persegi, kamar tidur, luas, sisa leasehold, izin, imbal hasil klaim, dan jenis transaksi semuanya berdampingan. Vila dan apartemen dibandingkan satu sama lain; kompleks hunian mendapat bagian daftar tersendiri karena mereka menjual fase dan rentang unit, bukan unit tunggal.

Mengapa parameter-parameter ini

Pembeli asing di Bali melihat jauh lebih dari sekadar kamar tidur dan luas. Struktur hukum yang utama — jenis kepemilikan, sisa tahun leasehold, izin bangunan (PBG / SLF), apakah zonasi mengizinkan pariwisata jangka pendek. Lalu ekonominya — harga per meter persegi terhadap area, imbal hasil yang diklaim pengembang, jenis transaksi (inden atau jual kembali). Delapan bidang ini mencakup 80% keputusan pada tahap daftar pilihan.

Leasehold dan jangka waktu

Orang asing tidak bisa memegang freehold (Hak Milik) di Bali — non-residen memiliki melalui leasehold atau perusahaan PT PMA. Jangka waktu tipikal 25, 30, 50, atau 80 tahun. Sisa jangka waktu pada tanggal pembelian itu penting, begitu pula klausul perpanjangan (extension). Leasehold dengan extension yang bisa dipakai dianggap likuid; tanpa itu, jendela keluar Anda adalah sisa leasehold dikurangi 5–7 tahun yang biasanya dibutuhkan untuk menjual kembali dengan mulus.

PBG, SLF, dan Pondok Wisata

PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) adalah izin bangunan — tidak ada konstruksi legal tanpanya. SLF (Sertifikat Laik Fungsi) adalah sertifikat kelaikan fungsi, diterbitkan saat serah terima. Pondok Wisata adalah lisensi sewa jangka pendek (Airbnb, Booking) untuk vila pribadi dan objek kecil. Jika Anda berencana memperoleh penghasilan STR, memiliki atau memenuhi syarat untuk izin Pondok Wisata sangatlah penting.

Imbal hasil klaim

Angka imbal hasil dalam tabel adalah yang dideklarasikan pengembang atau penjual. Angka sebenarnya bergantung pada area, musim, dan perusahaan pengelola. Di Canggu (Berawa, Batu Bolong, Pererenan) pada hunian 70–80% biasanya terlihat 8–12% net per tahun; di Bukit (Uluwatu, Pandawa) — 9–14%; di Ubud — 6–9% karena musim. Klaim di atas 15% layak ditinjau ulang modelnya secara terpisah.

Pertanyaan yang sering diajukan

Selanjutnya

Daftar pilihan kosong, atau ingin menambah lagi?