BaliWood Residence 2 dari BREIG: tur vila sebelum peluncuran

Balinsky menyusuri sebuah vila di kompleks BaliWood Residence 2 dari BREIG. Persiapan akhir menjelang peluncuran sedang berjalan: furnitur dipasang, kolam renang di atap diselesaikan. Ini tur singkat, bukan wawancara panjang. Di video tidak ada harga, dokumen, maupun hitungan imbal hasil.
Narasumber — Nikita, BREIG.
Angka di bawah ini berasal dari pengembang. Balinsky belum memverifikasinya.
1. Kompleks apa ini
- Menurut Nikita, BREIG memiliki BaliWood Villa, BaliWood Residence 1, dan BaliWood Residence 2.
- BaliWood adalah salah satu lini pertama perusahaan. Residence 2 adalah proyek BaliWood yang ketiga.
- Menurutnya, tim berisi sekitar 50 arsitek dan desainer, dan perusahaan pengelola sekitar 200 orang. Pengelola memberi masukan material mana yang tahan dipakai dan mana yang tidak.
2. Tata ruang: kamar tidur besar
- Ruang tamu dengan area duduk yang lebih rendah (sunken lounge). Plafonnya, menurut Nikita, lebih dari 7 meter.
- Di lantai dasar — dapur dan kamar tidur 36 m² dengan walk-in closet dan kamar mandi berjendela.
- Dua kamar tidur lain berdiri terpisah, seperti vila kecil. Masing-masing 6 × 6 m, juga 36 m². Bisa ditinggali secara mandiri.
- Kamar mandinya besar: bathtub, shower semi-terbuka, tinggi sekitar 3,2 m (Nikita menyebutnya „kalau tidak salah“).
- Kamar tidur utama punya pemandangan, balkon, dan lemari terbuka.
- Di kamar mandi, cahaya alami dimaksimalkan.
3. Atap dengan pemandangan laut
- Di atas — area lounge dan kolam renang berdinding kaca. Laut terlihat dari atap.
- Menurut Nikita, penghuni BaliWood Residence 1 di sebelahnya menata atap dengan cara masing-masing: meja bar, proyektor, satu orang bahkan memasang samsak.
- Sebagian atap dilapisi lapisan hijau. Ini perlindungan tambahan dari air saat musim hujan, di atas waterproofing di beton. Staf boleh berjalan di atasnya, tetapi tidak untuk tamu.
4. Berapa sewa per bulan
Menurut Nikita:
- vila 3 kamar tidur — rata-rata $300–350 per malam;
- untuk sewa jangka panjang biasanya harga per malam × 30 hari dengan diskon sekitar 20%.
5. Mengapa material ini
- Lantai terazo. Menurut Nikita, terazo tidak dingin, nyaman diinjak tanpa alas kaki, dan dipasang tanpa nat.
- Plester putih dan banyak kayu di fasad. Hampir setiap tukang di Bali bisa mengolah kayu, jadi mudah diperbaiki.
- Tanpa panel fasad. Menurut Nikita, BREIG tidak suka panel buatan.
- Gagasan utamanya: vila harus mudah diperbaiki — tukang lokal harus bisa menanganinya.
Wawancara lengkap (dalam bahasa Rusia) ada di tombol video di bawah.



