Pengusaha hotel Bali: kamar terlalu banyak, perang harga mengancam

I Gusti Agung Rai Suryawijaya, Ketua PHRI Badung, memperingatkan bahwa Bali membangun lebih banyak kamar daripada yang bisa diisi pulau ini.
Menurutnya, properti yang kini dijual sebagian besar adalah vila yang sudah jadi dan beroperasi. Okupansi sebagian besar hotel yang dijual di atas 60%, beberapa hingga 75%. Ia menilai tingkat itu masih sehat.
Tekanan terbesar datang dari wisatawan domestik. Ia memperkirakan kunjungan domestik pada September turun sekitar 15% karena tiket pesawat mahal dan berkurangnya kegiatan pemerintah. Wisatawan asing yang datang sekitar 22.000 per hari.
Jika pembangunan terus secepat ini, perang harga akan terjadi: harga turun, pendapatan pemilik dan pajak ikut turun. Ia mengusulkan kajian daya dukung pulau dan moratorium akomodasi baru di Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (kawasan Sarbagita).
Artinya bagi pembeli: persaingan mendapatkan tamu di kawasan populer di selatan makin ketat. Saat menghitung imbal hasil, pakai okupansi dan tarif per malam yang hati-hati, bukan angka brosur. Moratorium baru usulan, tetapi jika diberlakukan akan memengaruhi proyek baru.