3 masalah utama developer dengan agen
AB
Andrei Balinsky
Pendiri Balinsky
💬 Apa yang paling sering membuat developer tidak puas saat bekerja dengan agen?
Saya mengumpulkan jawaban jujur dari staf berbagai perusahaan developer yang setiap hari bekerja dengan jaringan partner.
Berikut 3 area masalah yang paling sering disebut:
👎 TOP-1
• Registrasi klien asal-asalan — beberapa broker mengirim registrasi klien lalu “menghilang”
• Agen melupakan sebagian besar informasi proyek setelah presentasi
• Respons lambat, tanpa tindakan proaktif
• Tidak menjual)
• Sering kali lebih memilih menjual properti yang lebih murah
🚫 TOP-2
• Sebagian broker tidak datang ke site visit di lokasi proyek, dengan pola: “Tolong tunjukkan sendiri dulu, nanti kita lihat langkah berikutnya dengan klien”
• Agen tidak terbiasa menavigasi Google Drive berisi data proyek
• Tidak mau mendalami detail
• Membawa klien hanya saat klien sendiri yang bertanya tentang perusahaan
• Tetap mengajukan registrasi meski klien sudah lepas dari agen dan sudah berkomunikasi langsung dengan manajer sales
🤷♂️ TOP-3
• Sulit mendapatkan feedback objektif soal klien: “klien masih diproses, sedang lihat semuanya!” — tapi yang dilihat apa, kriteria pemilihan properti apa, keberatannya apa, apakah kebutuhan sebenarnya sudah digali dan apa tepatnya? Sering kali broker menjual proyek dengan komisi lebih tinggi, bukan yang benar-benar dibutuhkan klien
• Agen biasanya menjual proyek yang lebih murah dan di tahap awal penjualan, kurang berminat menjual proyek yang sudah mencapai progres 20–30%
• Ingin menjual hanya proyek yang sedang ramai dibicarakan
• Minta komisi besar)
• Tidak menangani resale dari investor mereka sendiri, sehingga investor ingin membebankan hal itu ke developer
📌 Ini bukan tentang semua agen, tapi jelas menggambarkan sebagian pasar.