3 masalah utama developer dengan agen

AB
Andrei Balinsky
Pendiri Balinsky
Diterbitkan 22 Oktober 2025
3 masalah utama developer dengan agen
💬 Apa yang paling sering membuat developer tidak puas saat bekerja dengan agen? Saya mengumpulkan jawaban jujur dari staf berbagai perusahaan developer yang setiap hari bekerja dengan jaringan partner. Berikut 3 area masalah yang paling sering disebut: 👎 TOP-1 • Registrasi klien asal-asalan — beberapa broker mengirim registrasi klien lalu “menghilang” • Agen melupakan sebagian besar informasi proyek setelah presentasi • Respons lambat, tanpa tindakan proaktif • Tidak menjual) • Sering kali lebih memilih menjual properti yang lebih murah 🚫 TOP-2 • Sebagian broker tidak datang ke site visit di lokasi proyek, dengan pola: “Tolong tunjukkan sendiri dulu, nanti kita lihat langkah berikutnya dengan klien” • Agen tidak terbiasa menavigasi Google Drive berisi data proyek • Tidak mau mendalami detail • Membawa klien hanya saat klien sendiri yang bertanya tentang perusahaan • Tetap mengajukan registrasi meski klien sudah lepas dari agen dan sudah berkomunikasi langsung dengan manajer sales 🤷‍♂️ TOP-3 • Sulit mendapatkan feedback objektif soal klien: “klien masih diproses, sedang lihat semuanya!” — tapi yang dilihat apa, kriteria pemilihan properti apa, keberatannya apa, apakah kebutuhan sebenarnya sudah digali dan apa tepatnya? Sering kali broker menjual proyek dengan komisi lebih tinggi, bukan yang benar-benar dibutuhkan klien • Agen biasanya menjual proyek yang lebih murah dan di tahap awal penjualan, kurang berminat menjual proyek yang sudah mencapai progres 20–30% • Ingin menjual hanya proyek yang sedang ramai dibicarakan • Minta komisi besar) • Tidak menangani resale dari investor mereka sendiri, sehingga investor ingin membebankan hal itu ke developer 📌 Ini bukan tentang semua agen, tapi jelas menggambarkan sebagian pasar.

Artikel lainnya