Area Teraman di Bali dari Risiko Gempa dan Tsunami
AB
Andrei Balinsky
Pendiri Balinsky
π Di mana area paling aman di Bali dari gempa dan tsunami?
Bali berada di zona pertemuan dua lempeng besar: Indo-Australia dan Eurasia. Wilayah ini disebut zona subduksi. Satu lempeng perlahan bergerak ke bawah lempeng lainnya. Inilah yang memicu gempa bumi dan dalam beberapa kasus tsunami.
Saat gempa terjadi, tanah di bawah bangunan bisa berguncang sangat kuat. Ini diukur dengan percepatan tanah.
Contohnya: 0.4g berarti bangunan terdorong ke samping dengan gaya hampir setengah dari beratnya sendiri.
Di Bali selatan (Denpasar, Bukit, Kuta), peta resmi menunjukkan hingga 0.4g. Artinya, area ini termasuk zona dengan aktivitas seismik tinggi.
Tsunami di Bali jarang terjadi, tetapi tetap mungkin.
Ketinggian gelombang rata-rata: 2-4 meter, maksimum dalam catatan sejarah hingga 10 meter (1992).
Risiko utama ada pada lahan yang sangat dekat laut dan tidak memiliki elevasi.
β
Peringkat area di Bali berdasarkan tingkat keamanan (dari paling terlindungi hingga paling rentan):
1. Bukit (Uluwatu, Pecatu, Ungasan)
Tinggi: 80-140 meter di atas permukaan laut
Tanah berupa batu kapur keras, seperti batuan karang
Gelombang tidak mencapai area ini
Gempa tetap terasa, tetapi kondisi tanah lebih stabil
2. Ubud dan bagian tengah pulau
Berada di ketinggian, jauh di dalam Bali
Jauh dari laut β tsunami tidak akan sampai ke sini
Tanah lebih lunak, bisa terjadi pergeseran setelah hujan
3. Bedugul, Kintamani (pegunungan)
Tinggi, jauh dari laut
Perlu memperhatikan lereng, hujan, dan kedekatan dengan gunung berapi
4. Lovina (utara)
Lebih tenang dibanding selatan
Ketinggian rendah 10-30 m, dan jenis tanahnya beragam
5. Amed, Candidasa (timur)
Banyak lahan berada dekat air
Tanah berpasir, lebih mudah bergetar saat gempa
6. Sanur, Nusa Dua
Hampir sejajar dengan permukaan laut 2-10 m
Tanah lunak, gelombang bisa mencapai area ini
7. Canggu, Seminyak, Kuta
1-5 meter di atas laut
Tepat di tepi air, tanpa perlindungan alami
Tanah longgar, memperkuat guncangan