Musiman Sewa di Bali: Kapan Puncak dan Sepi (data BPS)
AB
Andrei Balinsky
Pendiri Balinsky
Permintaan sewa di Bali kuat, tetapi TIDAK merata. Jika menghitung imbal hasil sewa hanya dari angka «rata-rata», hasilnya bisa meleset: selisih okupansi antara periode puncak dan terendah hampir 1,5 kali. Berikut gambaran riil per bulan untuk 2025 — okupansi hotel berbintang menurut data BPS.
— Januari — 60,3%
— Februari — 51,6%
— Maret — 46,6% (terendah dalam setahun)
— April — 57,2%
— Mei — 58,1%
— Juni — 64,7%
— Juli — 67,8%
— Agustus — 69,5% (puncak tahun)
— September — 68,2%
— Oktober — 64,6%
— November — 58,0%
— Desember — 60,9%
High season jatuh pada Juli–Agustus, ditambah lonjakan di Desember saat libur Tahun Baru. Jumlah wisatawan pada Juli 2025 mencetak rekor — 697 107 orang, dan pada Agustus okupansi mendekati 70%. Low season terjadi pada Februari–Maret: di Maret okupansi turun ke 46,6% (dipengaruhi Nyepi, hari raya sunyi di Bali), sementara Februari menjadi bulan dengan kedatangan paling sedikit (450 697). Setelah itu terlihat penurunan bertahap pada September–November dan rebound menjelang akhir tahun di Desember. Pola yang sama juga terlihat pada 2024: puncak di Juli–Agustus (hingga 70,2% pada Agustus), dan titik terendah di awal tahun.
Mengapa ini penting bagi investor:
— imbal hasil tahunan «rata-rata» menutupi fakta bahwa selama 3–4 bulan properti bisa bekerja hanya setengah kapasitas;
— pendapatan tahunan sangat ditentukan oleh performa Juli–Agustus dan Desember — jika high season gagal dimaksimalkan, hasil setahun sulit tertutup;
— tarif perlu dinaikkan secara fleksibel saat puncak dan diturunkan saat low season, jika tidak malam kosong akan menggerus pendapatan;
— biaya operasional (manajemen, perawatan, gaji) berjalan 12 bulan penuh — hitung terhadap pendapatan yang tidak merata, bukan terhadap bulan puncak;
— jika Anda berencana tinggal sendiri di vila, gunakan saat low season (Februari–Maret), dan maksimalkan high season untuk disewakan.
Penting: ini adalah data hotel berbintang — vila dan apartemen punya angka sendiri, tetapi POLA musimannya tetap sama. Sebelum membeli, minta data okupansi bulanan selama setahun dari perusahaan manajemen, bukan hanya satu angka «rata-rata».
Sumber:
— BPS Bali, data bulanan wisatawan: https://bali.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTA2IzI=/banyaknya-wisatawan-mancanegara-bulanan-ke-bali-menurut-pintu-masuk.html
— BPS Bali, tinjauan pariwisata (okupansi TPK), siaran pers 2025–2026: https://bali.bps.go.id/en/pressrelease/2026/02/02/718014/tourism-overview-of-bali-province--december-2025.html